Arsip Kategori: Kawasan Menarik

Prawirotaman

visiting-jogja-prawirotaman

Kampung Prawirotaman adalah sebuah kampung turis berada sekitar 2 km di sebelah tenggara dari Keraton Yogyakarta. Kampung ini sudah ada sejak abad ke-19, ketika Sultan menghibahkan sepetak tanah pada Prawirotomo, seorang petinggi pasukan kraton. Kampung ini memiliki peran besar dalam perang kemerdekaan dan sempat menjadi Kampung Batik Yogyakarta pada era 60-an.

Keberadaan penginapan murah di Prawirotaman pertama kali diprakarsai oleh seorang keturunan langsung Prawirotomo. Melihat usaha batik yang digeluti sebagian besar penghuni kampung makin surut, beliau mendirikan sebuah guest house pertama di Prawirotaman di jalan Prawirotaman I. Saat ini, terdapat sekitar 30 hotel dan penginapan Prawirotaman.

Kampung Prawirotaman sebenarnya memiliki 3 jalan yang dinamakan Prawirotaman I, II, dan III. Setelah masa perang kemerdekaan, Jalan Prawirotaman III diubah namanya menjadi Jalan Gerilya. Pada perkembangannya, Jalan kawasan di sekitar Jalan Gerilya berkembang menjadi perkampungan penduduk. Hal-hal inilah yang membuat Kampung turis Prawirotaman hanya berkembang di wilayah seputaran Jalan Prawirotaman I dan II.

Prawirotaman I adalah Jalan Utama kampung turis ini. Disinilah terdapat sebagian besar sarana akomodasi Kampung Prawirotaman. Selain penginapan, fasilitas lain seperti agen wisata, warnet dan wartel, cafe dan resto, serta toko buku tersedia di jalan ini. Toko buku di Prawirotaman menyediakan buku bekas karya para pengarang terkenal dengan harga terjangkau. Beberapa toko seni dan kerajinan di Prawirotaman menyediakan berbagai jenis kerajinan dan barang antik.

Jalan Prawirotaman II terletak di sebelah selatan Prawirotaman I. Di kawasan ini terdapat sebuah pasar tradisional yang masih beroperasi hingga saat ini. Wisatawan asing biasanya berkunjung ke pasar ini untuk menyaksikan pasar tradisional yang tidak pernah ada di peradaban barat modern. Tak jarang mereka menyempatkan diri untuk berjalan menyusuri lorong pasar dan merasakan beberapa jenis jajanan tradisional yang dengan mudah diperoleh di sini.

Hotel di Jalan Prawirotaman dibangun dengan gaya arsitektur yang beragam, mulai Jawa klasik hingga gaya modern. Harga kamar per malam di Kampung Prawirotaman bervariasi tergantung dari kelas hotel, fasilitas, dan musim kunjungan. Harga kamar pada masa-masa normal berkisar antara Rp50.000,00-Rp300.000,00 per malam. Pada musim liburan antara Juli-Agustus, harga kamar umumnya akan mengalami kenaikan.

Sosrokusuman

sosrokusuman

Pusat penginapan murah ini dikenal dengan tata letak bangunan yang berdekatan, keakraban antar warga dan warung-warung kecil gaya gaya kampung tengah kota bersebelahan dengan kemewahan Malioboro Mall. Kawasan ini terletak di jantung kota Jogja di dekat Malioboro. Kampung Sosrokusuman sejak lama telah menjadi persinggahan tourist lokal dan mancanegara. Kampung ini membentang ke arah selatan dari Malioboro Mall hingga Hotel Mutiara. Sebuah gapura sederhana yang bagian atasnya berbentuk lengkung dapat dijadikan tanda bahwa Anda telah memasuki wilayah kampung ini. Untuk memasuki wilayah kampung ini, Anda dapat melewati 2 gang. Gang pertama terletak tepat di sebelah Malioboro Mall. Sedangkan gang kedua dapat ditemukan jika berjalan kearah selatan lagi. Tepat di gapura gang pertama Anda akan menemui warung-warung kecil, ada penjual nasi rames, pecel, kupat tahu hingga soto ayam. Makanan itu bisa dinikmati dengan mengeluarkan uang kurang dari 5000 rupiah termasuk minuman. Melangkah ke dalam kampung yang menghubungkan Jl. Malioboro dengan Jl. Mataram, Anda akan menemukan sederetan penginapan yang umumnya berbentuk losmen. Tarif sewa penginapan di sini kurang dari 150.000 rupiah per malam

Sosrowijayan

jl-sosrowijayan

Kampung Sosrowijayan berada di kawasan Malioboro, tepatnya di sepanjang Jalan Sosrowijayan. Letaknya yang di tengah kota dan hanya lima menit berjalan kaki dari stasiun Tugu menjadi alasan utama kawasan ini menjadi surga bagi backpacker. Selain itu, keramahan warga setempat juga merupakan faktor penentu Sosrowijayan menjadi Kampung Turis di Jogja. Tidak hanya dari manca negara, backpacker yang menginap di sini juga berasal dari berbagi daerah di Indonesia.

Sudah sejak lama Sosrowijayan dikenal dengan penginapan dan fasilitas pendukungnya yang nyaman dan berharga miring. Kampung ini luasnya hanya kurang dari 1 km persegi. Jalan Sosrowijayan membelah kampung ini mulai dari pintu masuknya di Malioboro. Saat pertama memasuki kawasan ini, pengunjung akan segera merasakan atmosfer khas kota-kota tua di Jawa.

Selain penginapan dan rumah-rumah penduduk yang bisa disewa kamarnya, kampung ini memiliki berbagi fasilitas pendukung dan toko-toko kerajinan dan cinderamata yang berjajar di sepanjang Jalan Sosrowijayan. Beberapa toko khusus menjual barang-barang kerajinan berbahan dasar batik Jogja. Toko lain menjual barang antik seperti keris kuno, perak, atau lentera Jawa kuno yang biasa dipasang di kereta kuda. Berbagai buku langka karya pengarang-pengarang terkenal bisa ditemukan di 2 toko buku bekas yang ada di gang pertama.

Sosrowijayan punya satu kawasan dimana orang-orang pengunjung bisa mempelajari dan memahami kebudayaan tradisional Jawa. Di sebuah gang, terdapat sebuah studio batik yang akan mengajarkan pengetahuan dan teknik dasar membatik. Para pegawainya akan mengajari anda menggunakan canting dalam melukis motif, mewarnai batik, termasuk menentukan dan menciptakan lapisan warna, serta melorot (melepaskan malam dari kain).

Sosrowijayan makin terasa hidup saat senja datang. Warga setempat biasanya berkumpul di mulut-mulut gang sambil menikmati teh hangat. Para Pemuda, yang umumnya mereka berprofesi sebagai musisi jalanan, asik berbagi cerita dan bernyanyi bersama. Wisatawan manca yang kelelahan setelah seharian berkeliling kota tampak santai menikmati minuman dingin di beranda penginapan. Sebagian terlihat sibuk membaca brosur untuk menentukan rencana perjalanan esok hari.

Orang-orang tua, tukang becak, dan pedagang kaki lima menyempatkan diri mampir di angkringan. Angkringan biasanya menyediakan berbagai makanan ringan, nasi bungkus, gorengan, serta berbagai minuman seperti the, kopi, susu, dan wedang jahe. Seperti cafe atau pubs di dunia barat, angkringan di Jogja adalah tempat yang universal bagi orang dari semua strata sosial untuk membicarakan berbagai topik, mulai dari banyolan, plesetan hingga topik-topik serius.

Terletak di jantung kota, Sosrowijayan relatif dekat dengan berbagai tempat bersejarah. Benteng Vredeburg, Gedung Agung, Kantor Pos besar, gedung Bank Indonesia, gedung Bank Negara Indonesia, dan gedung Koni adalah beberapa bangunan bersejarah di seputaran ujung Malioboro hanya 1 km jaraknya. Lebih di selatan terdapat Keraton, Museum Kereta, Pasar Ngasem, serta Istana Tamansari. Semuanya bisa dicapai dengan jalan kaki, naik becak atau andong.

Kampung Kauman

gerbang-kauman1

Berdiri pada masa Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat bersamaan dengan berdirinya Kraton dan Masjid Gede Kauman (1773 M), yang terletak lingkungan Kraton Yogyakarta. "Kampung Kauman ini tertua di Yogja yang dibangun oleh Sultan HB I bersamaan dengan didirikan Kraton dan masjid ini.

Kampung tersebut adalah perumahan yang dibangun oleh Sultan HB I. Biasa disebut 'pengulon' oleh masyarakat Jawa. Pengulon itu adalah perumahan bagi penghulu Kraton dengan keluarganya. "Bagi para ulama Ketib (Khotib), Modin (Muadzin), Merbot, Abdi Dalem Pametakan, Abdi Dalem Kaji Selusinan, Abdi Dalem Banjar Mangah, dan lainnya".

Selain itu sebagian dari mereka (penghulu Kraton) diberi fasilitas perumahan disekitar komplek Masjid Gedhe yang dinamakan Pakauman. "Pakauman artinya tempat para kaum, sama dengan Qoimuddin, sama dengan penegak agama, yang akhirnya lebih dikenal dengan nama kampung Kauman".

Di pintu gang masuk Kampung Kauman yang terhubung dengan jalan ke Masjid Gedhe, terdapat pintu gerbang masuk gerbang atau gapura atau regol, berasal dari kata ghofura yang berarti ampunan dari dosa.

"Gerbang ini berbentuk 'Semar Tinandu' yang melambangkan seorang punakawan yang tugasnya mengasuh, menjaga, memberi contoh tauladan yang baik kepada Raja dan para Ksatria di Pandawa, serta mempunyai hati yang bersih dan mulia". "Untuk itu dia harus diberi penghargaan yang setinggi-tingginya layaknya seorang guru"