Arsip Kategori: Wisata Alam

Taman Pelangi Monjali

Taman Pelangi Monjali merupakan obyek wisata baru yang menggunakan sebagian lahan milik Monumen Jogja Kembali (Monjali). Daya tarik utama obyek wisata ini adalah berbagai macam dan bentuk lampion yang unik ditambah dengan beragam arena ketangkasan dan hiburan.

Taman Pelangi Monjali yang sebelumnya bernama Taman Lampion Monjali resmi dibuka akhir tahun 2011. Mengambil lokasi di area Monumen Jogja Kembali (Monjali) atas kerjasama PT. Taman Pelangi Jakarta dengan pengelola Monumen Jogja Kembali dengan kontrak dua tahun yang rencanakan akan diperpanjang. Sebelumnya telah dibuka di beberapa kota seperti Jakarta, Malang (BNS), dan Surabaya.

Penataan lampion di taman ini pun bervariasi ada yang di tanam, di tempel pada dinding, di gantung bahkan di buat berbaris mirip seperti prajurit yang sedang melakukan upacara. Selain dapat menikmati keindahan malam yang penuh dengan warna, para pengunjung juga dapat mencoba berbagai wahana yang ada di taman lampion ini seperti trampoline, becak mini, perahu dayung, bola air, speed boat, bom bom car dan masih banyak lagi yang lainnya. Meskipun taman ini merupakan wisata malam hari, namun taman ini banyak di kunjungi mulai dari pagi hingga malam hari. Taman pelangi ini dapat di sebut sebagai salah satu tempat wisata yang lumayan lengkap, karena selain menawarkan suasana yang romantis di malam hari dengan berbagai bentuk serta warna lampion, taman ini memiliki sekitar 20 wahana yang dapat di coba untuk menambah keseruan.

Hutan Pinus Mangunan

Hutan Pinus Mangunan adalah hutan terbuka yang terdiri dari banyaknya pohon pinus yang sangat tinggi. Selain lokasinya yang teduh karena berada di kawasan hutan, juga sangat cocok sebagai tempat untuk berfoto ria. Banyak muda-mudi, baik berkelompok maupun berpasangan yang mengunjungi hutan ini. Bahkan, ada juga pasangan pengantin yang menggunakan background hutan pinus sebagai background foto prewedding, karena memang terkesan sangat romaintis.

Suasana alam yang indah dan sejuk, serta pemandangan hutan pinus yang berkombinasi menjadi sebuah pemandangan yang sangat mempesona, tentu meninggalkan kesan yang sangat romantis.Adapun yang menarik dari Hutan Pinus Mangunan ini adalah telah dibangun panggung beserta kursi-kusri penontonnya yang melingkar terbuat dari kayu-kayu pohon pinus, sehingga nampak seperti panggung tater sungguhan. Namun, yang menjadikan keren adalah, arsitektur panggung beserta kursinya yang terbuat dari bahan kayu sangat pas dengan lokasi yang berada di kawasan hutan.

Tidak hanya menjadi spot yang bagus untuk berfoto, tetapi juga suasanya-nya yang terkesan sangat alami dan elegan. Sangat tepat sebagai tempat bersantai, terkadang ada juga wisatawan yang menggunakan panggung untuk beraksi, yaitu bermain musik, sehingga menjadi hiburan yang mengiringi wisatawan.Banyaknya hutan pinus yang tinggi seperti menjadi canopii, bagi yang sudah pernah menonton film Twilight, maka hutan pinus ini seperti hutan yang berada di film tersebut. Wisatawan bisa juga membawa hammock sebagai tempat bersantai yang nyaman untuk menikmati suasanya hutan pinus yang nyaman.

Mengunjungi Hutan Pinus Mangunan ini disarankan ketika pagi hari, karena tentunya suhunya yang sejuk dan keadaan alamnya yang nampak masih segar. Namun, ketika siang hari juga bisa menjadi tempat berteduh yang sangat adem, karena tentu kandungan oksigennya yang sangat banyak, tentu sangat bermabfaat bagi kesehatan. Biasanya di lokasis ini, tidak hanya sebagi tempat berwisata yang menarik, tetapi juga banyak yang menggunakannya sebagai tempat outbond. Jalur menuju lokasi yang agak terjal juga menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para pesepeda dari Jogja yang datang mengunjunginya.

Sunrise Punthuk Setumbu

setumbu

Sebagai situs terkenal di Dunia, Borobudur telah menarik perhatian para travellers dan pecinta wisata di Dunia. Beberapa keindahan dan kehebatan dari pesonanya ada pada segala yang melekat di situs ini.

Semakin memberikan pesona lagi, wisatawan sangat menyukai berkunjung di pagi hari untuk menyaksikan sunrise yang keren di Puncak candi.

Sunrise adalah sebuah pesona pagi yang memberikan kesejukan dan keelokan, siapapun pasti menyukai hal yang satu ini. Di sebelah barat candi, dan masih di daerah kawasan Borobudur, ada suatu tempat yang menawarkan keelokan sunrise di pagi hari, dimana sunrise yang satu ini bisa dirasakan di sebuah bukit yang bernama Rema.

Anda tentunya penasaran, bagaimana anda bisa merasakan sebuah pesona dimana sunrise dan pemandangan Borobudur bisa disaksikan secara bersamaan di sebuah bukit Rema yang bernama Punthuk setumbu.

Punthuk setumbu adalah sebuah wisata yang menawarkan keindahan sunrise di pagi hari dengan panorama tambahan puncak Borobudur, yang menjadi obyek pelengkap. Untuk mencapai kesana, anda bisa bertanya dengan penduduk sekitar, di sebuah dusun kurahan, desa karangrejo di kecamatan Borobudur.

Air Terjun Sri Gethuk

sri gethuk

 

Air Terjun Sri Gethuk merupakan salah satu obyek wisata yang berada di gunung kidul. Letak yang agak jauh dengan pemukiman penduduk membuat alam disekitar menjadi asri, untuk mencapai air terjun ini anda dapat menaiki perahu rakit yang memang digunakan untuk transport dengan membayar Rp10.000,00 per orang dan tersedia juga rute darat bagi anda yang ingin berjalan sambil menikmati alam sekitar obyek wisata air terjun  sri gethuk ini.

Kalau membicarakan potensi wisata di gunung kidul tidak ada habisnya, gunung kidul yang terlihat tandus dan gersang ternyata banyak menyimpan wisata alam  berupa pantai, gua, dan salah satunya obyek wisata air terjun sri gethuk. Namun itulah kebesaran Tuhan yang maha kuasa, dibalik keadaan alam gunung kidul yang tandus dan berbatu terjal, terdapat eksotisme sendiri yang dipancarkan obyek wisata satu ini. Terletak jauh dari pemukiman penduduk membuat alam disekitarnya menjadi asri dan alami.

Ketika anda memasuki kawasan obyek wisata air terjun sri gethuk ini terdapat tempat memancing sekaligus tempat bersantap, setelah itu anda akan menyusiri anak tangga yang berujung pada sungai disana terdapat perahu rakit yang memang digunakan untuk transport menyusuri sungai selain lewat rute darat untuk mencapai air terjun tersebut. Ketika menyusuri sungai anda akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang masih asri serta air terjun mini dan tetesan air di tepian sungai

Setelah selama kurang lebih 5 menit anda sudah dapat melihat air terjun tersebut, dengan tinggi sekitar 12 meter membuat air terjun sri gethuk ini menjadi mempesona dipandang mata. Anda juga dapat berenang menyusuri sungai di sekitar air terjun karena arus di sungai ini tidak terlalu deras serta keadaan sungai yang cukup dalam dan terdapat juga tempat persewaan pelampung, jika ingin menguji adrenalin anda juga dapat meloncat kesungai dari ketinggian sekitar 5 meter.

Puncak Suroloyo

suroloyo

 

Obyek wisata ini berada pada puncak tertinggi Perbukitan Menoreh yang terletak di Dusun Keceme, Desa Gerbosari,Kecamatan Samigaluh, berjarak + 45 km dari Yogyakarta.

Di obyek wisata ini, sambil merasakan sejuknya udara pegunungan di atas hamparan perkebunan teh yang menghijau, wisatawan dapat menikmati pesona matahari terbit, sedangkan ke arah utara dari Puncak Suroloyo ini dapat dilihat kemegahan Candi Borobudur.

Di Suroloyo ini terdapat beberapa tempat yang berbau mitologis, yang tentunya sangat sayang untuk dilewatkan, antara lain :
– Puncak Sariloyo
– Tegal Kepanasan
– Sendang Kadewatan
– Sendang Kawidodaren
– Pertapaan Kaendran
– Pertapaan Mintorogo

Pada setiap tanggal 1 Syuro di Puncak Suroloyo ini selalu diadakan Upacara Jamasan Pusaka pemberian dari Kraton Yogyakarta yang berupa Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Kyai Manggolo Dewo. Dari rumah sesepuh Dusun Keceme, upacara dimulai dengan kirab pusaka, diikuti arak-arakan yang membawa gunungan hasil bumi, diiringi musik tetabuhan tradisional dan dimeriahkan dengan rombongan beberapa group kesenian tradisional menuju Sendang Kawidodaren tempat upacara jamasan pusaka dilaksanakan.

Yang juga menarik dari kegiatan ritual ini adalah adanya udik-udik berupa hasil bumi yang diperebutkan oleh para warga masyarakat maupun para pengunjung. Konon, mereka yang bisa mendapatkan udik-udik ini akan mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa berupa hasil pertanian yang melimpah.

Gunung Merapi

merapi lava tour jogja

 

Gunung Merapi, merupakan satu – satunya gunung berapi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya lebih kurang 30 kilometer, disebelah Utara kota Yogyakarta dan puncaknya berupa dataran pasir yang tidak rata, seluas lebih kurang 4 hektar, dengan beberapa lubang kepundan yang satu-dua diantaranya selalu mengepulkan asap tebal, menandai gunung Merapi masih aktif bekerja.

Bilamana gunung ini menunjukkan kedahsyatan erupsinya, masyarakat Yogyakarta dapat menyaksikan gumpalan asapnya yang berwarna putih kelabu atau kehitam – hitaman mengepul keatas, yang dari kejauhan nampak seperti timbunan bulu domba. Akan tetapi bilamana gunung itu dalam keadaan “ tenang ”, pesonanya demikian memukau, sehingga merangsang para remaja yang ingin berpetualang mendaki gunung dan para pecinta olah raga mendaki gunung untuk menaklukkan puncaknya.

Untuk mencapai puncaknya, dapat ditempuh dua arah jalan. Jalan yang pertama, melalui Desa Kinahrejo yang terletak lebih kurang 2 kilometer di sebelah Timur tempat rekreasi Kaliurang. Jarak antara desa Kinahrejo ke puncak Gunung Merapi hanya sekitar 9 kilometer, namun jarak ini biasanya ditempuh dalam waktu 10 jam, mengingat medan pendakiannya cukup sulit. Namun justru medan yang sulit ini yang menarik bagi para remaja, karena rata – rata semangat juang mereka demikian tinggi, hingga segala faktor kesulitan itu dianggapnya sebagai tantangan untuk dikalahkannya. Jalan yang lebih mudah, melalui daerah Selo Kabupaten Boyolali yang terletak diantara gunung Merapi dengan gunung Merbabu, di propinsi Jawa Tengah. Daerah Selo ini dapat dicapai dari Yogyakarta dengan kendaraan bus sampai Kartosuro, selanjutnya menuju Boyolali. Di waktu sore hari, kendaraan kejurusan ini agak sulit, hingga disarankan agar jika ingin pergi ke daerah Selo supaya diusahakan sebelum pukul 13.00.

Disarankan pula untuk melakukan pendakian ke puncak Merapi ini dengan menggunakan jasa pemandu atau penunjuk jalan. Bilamana terpaksa harus menginap, para pemandu ini menyediakan rumahnya untuk keperluan tersebut.

Bagi yang kurang berminat melakukan pendakian sampai ke puncak, masih dapat mengagumi keindahan gunung Merapi ini, dari daerah Bebeng yang terletak lebih kurang 2 kilometer disebelah Tenggara kota Kaliurang, atau bisa juga melihat dari daerah Turi, lebih kurang 5 kilometer di sebelah Barat kota Kaliurang, jika ingin menyaksikan puncak Merapi dari kejauhan secara jelas, dapat digunakan teropong pengamat dari Pos Pengamat Gunung Merapi di Plawangan, Kaliurang.

Kaliadem

kaliadem

 

Ada yang pernah mendengar Kaliadem??? Kaliadem adalah sebuah lokasi wisata yang memungkinkan Anda untuk melihat keindahan Gunung Merapi dan jejak ganasnya letusan gunung merapi pada tahun 2006 lalu.

Kaliadem terletak di desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Indonesia, ± 25 – 30 km utara Kota Yogyakarta. Kawasan ini dikenal dengan udaranya yang sejuk dan memiliki banyak keindahan dan keunikan alam.

Keberadaan Gunung Merapi dengan fenomena vulkaniknya, morfologi gunung dan lembahnya, hutan alam dengan keanekaragaman flora dan fauna serta kondisi sosial budaya yang unik merupakan potensi yang sangat besar untuk kegiatan wisata alam.

Kali Adem pasca meletusnya Gunung Merapi adalah bunker maut yang terletak di daerah Bebeng. Menurut para pemandu disini, hawa panas di dalam bunker belum sepenuhnya hilang.

Pemandangan disana yang dipenuhi dengan warna hitam, putih, coklat, dan abu-abu. Dedaunan dan pepohonan di sekitar tempat itu kering dan hangus, merupakan salah satu bukti betapa panasnya material yang menghancurkan kawasan tersebut.

Tetapi setelah lebih dari sebulan, rumput tampak telah mulai tumbuh kembali. Hijaunya rumput cukup memberi harapan di tengah rimbunnya pepohonan kering.

Daerah wisata yang kemudian dikenal dengan wisata lava ini akan dibuka untuk 3 bulan, paling tidak sebelum musim hujan mulai. Karena turunnya hujan bisa saja membawa dampak lain bagi kawasan ini.

 

Kaliurang

merapi golf

 

Kaliurang telah lama menjadi satu tujuan wisata utama di Jogja. Kawasan ini terletak di Kabupaten Sleman, tepatnya 28 km sebelah utara kota Jogja. Berada di ketinggian sekitar 900 m dpl, lereng selatan Gunung Merapi selalu dilingkupi hawa segar dengan temperatur berkisar antara 20-25 derajat Celcius. Ini alasan utama Kaliurang dengan mudah tumbuh sebagai kawasan wisata dan peristirahatan.

Dibukanya kawasan Kaliurang sebagai kawsan peristirahatan dan wisata diawali ketika negara ini masih dalam cengkeraman pemerintah kolonial Belanda. Beberapa ahli geologi Belanda yang tinggal di kota Jogja secara sengaja mencari daerah sejuk untuk membangun rumah peristirahatan bagi keluarganya. Pada awal abad ke-19, mereka menyusuri daerah utara Jogja yang merupakan daerah lereng dan lembah Gunung Merapi. Ketika sampai di daerah Kaliurang, para ahli geologi tersebut terpikat akan keindahan pemandangan dan pesona alam kawasan itu.

Awalnya, orang-orang Belanda tersebut yang merintis pembangunan rumah-rumah peristirahatan di Kaliurang dengan membangun 30 bungalow pribadi. Selain bungalow, mereka juga membangun jaringan jalan semi permanen yang bisa dilewati berbagai kendaraan ke tempat-tempat menarik di kompleks Kaliurang. Setelah kemerdekaan, bungalow dan rumah-rumah peristirahatan yang ditinggal oleh pemilik sebelumnya diambil alih oleh orang-orang pribumi.

Saat ini, kawasan Kaliurang telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Tepat di tengah kompleks villa dan tempat wisata Kaliurang terdapat sebuah taman rekreasi seluas lebih kurang 10.000 meter persegi. Di salah satu bagian taman yang dikelilingai jalan raya, pengelola taman membangun arena bermain anak yang dihiasi sejumlah patung beberapa jenis hewan, ayunan, dan kolam renang mini bagi anak. Taman ini juga bisa menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai bersama keluarga. Warung dan rumah makan berjajar rapi di sekitar taman ini.

Jika berkendara terus ke arah utara, anda akan sampai di kawasan Tlogo Putri. Kawasan ini adalah titik paling utara di Kaliurang yang bisa diakses dengan kendaraan roda empat. Obyek wisata Tlogo Putri menawaran fasilitas kolam renang dengan air alami dari sumber air di lereng Bukit Plawangan. Selain berenang, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan rerimbunan taman Perhutani. Disini terdapat banyak warung makan yang menyediakan menu andalan berupa sate kelinci.

Selain keindahan alam, Kaliurang juga menyimpan beberapa peninggalan sejarah dan budaya. Jejak sejarah yang bisa ditemui disini adalah Wisma Kaliurang. Wisma ini menjadi bagian dari sejarah karena pernah dipakai sebagai ruang pertemuan Indonesia dan Komisi Tiga Negara (KTN). Disinilah Pemerintah Republik Indonesia, Belanda, dan Komisi Tiga Negara melakukan perundingan pada 13 Januari 1948. Perundingan ini menghasilkan sebuah kesepakatan bersama yang disebut Notulen Kaliurang.

Ada pula Museum Ullen Sentalu yang menawarkan unsur seni budaya. Keunikan museum ini terletak pada arsitektur bangunannya yang sebagian berada di bawah tanah. Dari luar, warna hitam batu kali yang mendominasi bangunannya sudah menjadi daya tarik tersendiri. Selain berbagai hal tentang batik, museum ini menyimpan berbagai koleksi yang berhubungan dengan sejarah Keraton Yogyakarta dan Surakarta, antara lain foto-foto kuno bangsawan jawa sebuah lukisan 3 dimensi karya Raden Saleh. Tiket masuknya sebesar Rp20.000,00.

Jika hendak meninggalkan kawasan Kaliurang, pengunjung bisa membawa beberapa jenis oleh-oleh khas Kaliurang. Oleh-oleh yang paling terkenal dari kawasan ini adalah jadah dan tempe bacem. Jadah adalah penganan tradisional yang terbuat hanya dari beras ketan dan tempe bacem adalah tempe yang dimasak dengan bumbu utama gula merah. Di pertigaan jalan masuk utama kompleks Kaliurang telah berdiri beberapa kios yang khusus menjual jadah dan tempe bacem baik untuk dimakan di tempat ataupun sebagai oleh-oleh. Berbagai sayuran dan buah segar juga oleh-oleh yang biasa dibawa pengunjung dari Kaliurang.