Arsip Kategori: Wisata Belanja

Pasar Seni Gabusan

Pasar-Seni-gabusan

Pasar Seni Gabusan merupakan pusat berkumpulnya hasil kerajinan dari kabupaten Bantul Yogyakarta. Pasar Seni Gabusan Berada dijalan parangtritis Km 9,5 Bantul, pasar seni gabusan di bangun pada tahun 2004

Untuk bisa sampai di Lokasi pasar seni gabusan,pengunjung bisa langsung melewati jalan parangtritis, yang berjarak sekitar 8 km,darikota Yogyakarta atau apabila pengunjung sedang berwisata ke pantai parangtritis, lewat jalan parangtritis pasti akan melewati Pasar seni Gabusan,dengan jalan lingkar.

Bila sampai ke pasar seni gabusan para pengunjung akan di sambut dengan adanya gong besar di depan Pasar tersebut,dan juga ada kolam renang di sebelah timur dari pasar seni gabusan.atau tepatnya timur jalan dari arah Kota Yogyakarta.

Kabupaten Bantul punya berbagai andalan pariwisata, salah satunya adalah Pasar Seni Gabusan yang merupakan pusat dari hasil kerajinan warganya yang unik dan berjibun jumlahnya. Sekarang ada cara praktis mendapat hasil kerajinan warga Bantul tanpa harus kelelahan menjelajahi setiap dusun yang memproduksinya, yakni cukup dengan mendatangi Pasar Seni Gabusan. Pasar yang berlokasi di Jalan Parangtritis km 9,5 ini, telah menjadi pusat hasil kerajinan dari seluruh Kabupaten Bantul. Rencananya Pasar Seni Gabusan ini secara bertahap akan menampung 8015 unit kerajinan dari seluruh Bantul.

pasar seni gabusan

Di depan gerbang masuk, kamu akan disapa oleh sebuah gong raksasa berwarna hitam yang bernama Gong Golong Gilig. Pada bagian belakangnya ada keterangan dibuat oleh Pak Poniman.

Masuk ke dalam pasar seni gabusan, kamu akan bertemu dengan belasan los yang menjual berbagai macam hasil kerajinan dari seluruh Bantul. Misalnya los 1 sampai 3, menawarkan berbagai macam hasil kerajinan dari kulit, seperti tas, sandal, hingga ikat pinggang, dan lain-lain. Los 4 sampai 5 menggelar dagangan pakaian batik. Di sini kamu bisa pilih aneka batik tulis produk Bantul dan Imogiri. Harga perpotongnya mulai dari Rp. 50.000,- hingga ratusan ribu rupiah.

Pernak-pernik lainnya pun tak kalah menarik. Ada kerajinan wayang kulit, miniatur sepeda dan becak, gerabah, hingga batik kayu. Pendeknya, semua barang kerajinan dari seluruh Kabupaten Bantul ada di tempat ini.

– See more at: http://www.jogjawae.com/pasar-seni-gabusan.html#sthash.Rrgknjz4.dpuf

Kabupaten Bantul punya berbagai andalan pariwisata, salah satunya adalah Pasar Seni Gabusan yang merupakan pusat dari hasil kerajinan warganya yang unik dan berjibun jumlahnya. Sekarang ada cara praktis mendapat hasil kerajinan warga Bantul tanpa harus kelelahan menjelajahi setiap dusun yang memproduksinya, yakni cukup dengan mendatangi Pasar Seni Gabusan. Pasar yang berlokasi di Jalan Parangtritis km 9,5 ini, telah menjadi pusat hasil kerajinan dari seluruh Kabupaten Bantul. Rencananya Pasar Seni Gabusan ini secara bertahap akan menampung 8015 unit kerajinan dari seluruh Bantul.

pasar seni gabusan

Di depan gerbang masuk, kamu akan disapa oleh sebuah gong raksasa berwarna hitam yang bernama Gong Golong Gilig. Pada bagian belakangnya ada keterangan dibuat oleh Pak Poniman.

Masuk ke dalam pasar seni gabusan, kamu akan bertemu dengan belasan los yang menjual berbagai macam hasil kerajinan dari seluruh Bantul. Misalnya los 1 sampai 3, menawarkan berbagai macam hasil kerajinan dari kulit, seperti tas, sandal, hingga ikat pinggang, dan lain-lain. Los 4 sampai 5 menggelar dagangan pakaian batik. Di sini kamu bisa pilih aneka batik tulis produk Bantul dan Imogiri. Harga perpotongnya mulai dari Rp. 50.000,- hingga ratusan ribu rupiah.

Pernak-pernik lainnya pun tak kalah menarik. Ada kerajinan wayang kulit, miniatur sepeda dan becak, gerabah, hingga batik kayu. Pendeknya, semua barang kerajinan dari seluruh Kabupaten Bantul ada di tempat ini.

– See more at: http://www.jogjawae.com/pasar-seni-gabusan.html#sthash.Rrgknjz4.dpuf

Kabupaten Bantul punya berbagai andalan pariwisata, salah satunya adalah Pasar Seni Gabusan yang merupakan pusat dari hasil kerajinan warganya yang unik dan berjibun jumlahnya. Sekarang ada cara praktis mendapat hasil kerajinan warga Bantul tanpa harus kelelahan menjelajahi setiap dusun yang memproduksinya, yakni cukup dengan mendatangi Pasar Seni Gabusan. Pasar yang berlokasi di Jalan Parangtritis km 9,5 ini, telah menjadi pusat hasil kerajinan dari seluruh Kabupaten Bantul. Rencananya Pasar Seni Gabusan ini secara bertahap akan menampung 8015 unit kerajinan dari seluruh Bantul.

pasar seni gabusan

Di depan gerbang masuk, kamu akan disapa oleh sebuah gong raksasa berwarna hitam yang bernama Gong Golong Gilig. Pada bagian belakangnya ada keterangan dibuat oleh Pak Poniman.

Masuk ke dalam pasar seni gabusan, kamu akan bertemu dengan belasan los yang menjual berbagai macam hasil kerajinan dari seluruh Bantul. Misalnya los 1 sampai 3, menawarkan berbagai macam hasil kerajinan dari kulit, seperti tas, sandal, hingga ikat pinggang, dan lain-lain. Los 4 sampai 5 menggelar dagangan pakaian batik. Di sini kamu bisa pilih aneka batik tulis produk Bantul dan Imogiri. Harga perpotongnya mulai dari Rp. 50.000,- hingga ratusan ribu rupiah.

Pernak-pernik lainnya pun tak kalah menarik. Ada kerajinan wayang kulit, miniatur sepeda dan becak, gerabah, hingga batik kayu. Pendeknya, semua barang kerajinan dari seluruh Kabupaten Bantul ada di tempat ini.

– See more at: http://www.jogjawae.com/pasar-seni-gabusan.html#sthash.Rrgknjz4.dpuf

Kabupaten Bantul punya berbagai andalan pariwisata, salah satunya adalah Pasar Seni Gabusan yang merupakan pusat dari hasil kerajinan warganya yang unik dan berjibun jumlahnya. Sekarang ada cara praktis mendapat hasil kerajinan warga Bantul tanpa harus kelelahan menjelajahi setiap dusun yang memproduksinya, yakni cukup dengan mendatangi Pasar Seni Gabusan. Pasar yang berlokasi di Jalan Parangtritis km 9,5 ini, telah menjadi pusat hasil kerajinan dari seluruh Kabupaten Bantul. Rencananya Pasar Seni Gabusan ini secara bertahap akan menampung 8015 unit kerajinan dari seluruh Bantul.

pasar seni gabusan

Di depan gerbang masuk, kamu akan disapa oleh sebuah gong raksasa berwarna hitam yang bernama Gong Golong Gilig. Pada bagian belakangnya ada keterangan dibuat oleh Pak Poniman.

Masuk ke dalam pasar seni gabusan, kamu akan bertemu dengan belasan los yang menjual berbagai macam hasil kerajinan dari seluruh Bantul. Misalnya los 1 sampai 3, menawarkan berbagai macam hasil kerajinan dari kulit, seperti tas, sandal, hingga ikat pinggang, dan lain-lain. Los 4 sampai 5 menggelar dagangan pakaian batik. Di sini kamu bisa pilih aneka batik tulis produk Bantul dan Imogiri. Harga perpotongnya mulai dari Rp. 50.000,- hingga ratusan ribu rupiah.

Pernak-pernik lainnya pun tak kalah menarik. Ada kerajinan wayang kulit, miniatur sepeda dan becak, gerabah, hingga batik kayu. Pendeknya, semua barang kerajinan dari seluruh Kabupaten Bantul ada di tempat ini.

– See more at: http://www.jogjawae.com/pasar-seni-gabusan.html#sthash.Rrgknjz4.dpuf

Kabupaten Bantul punya berbagai andalan pariwisata, salah satunya adalah Pasar Seni Gabusan yang merupakan pusat dari hasil kerajinan warganya yang unik dan berjibun jumlahnya. Sekarang ada cara praktis mendapat hasil kerajinan warga Bantul tanpa harus kelelahan menjelajahi setiap dusun yang memproduksinya, yakni cukup dengan mendatangi Pasar Seni Gabusan. Pasar yang berlokasi di Jalan Parangtritis km 9,5 ini, telah menjadi pusat hasil kerajinan dari seluruh Kabupaten Bantul. Rencananya Pasar Seni Gabusan ini secara bertahap akan menampung 8015 unit kerajinan dari seluruh Bantul.

pasar seni gabusan

Di depan gerbang masuk, kamu akan disapa oleh sebuah gong raksasa berwarna hitam yang bernama Gong Golong Gilig. Pada bagian belakangnya ada keterangan dibuat oleh Pak Poniman.

Masuk ke dalam pasar seni gabusan, kamu akan bertemu dengan belasan los yang menjual berbagai macam hasil kerajinan dari seluruh Bantul. Misalnya los 1 sampai 3, menawarkan berbagai macam hasil kerajinan dari kulit, seperti tas, sandal, hingga ikat pinggang, dan lain-lain. Los 4 sampai 5 menggelar dagangan pakaian batik. Di sini kamu bisa pilih aneka batik tulis produk Bantul dan Imogiri. Harga perpotongnya mulai dari Rp. 50.000,- hingga ratusan ribu rupiah.

Pernak-pernik lainnya pun tak kalah menarik. Ada kerajinan wayang kulit, miniatur sepeda dan becak, gerabah, hingga batik kayu. Pendeknya, semua barang kerajinan dari seluruh Kabupaten Bantul ada di tempat ini.

– See more at: http://www.jogjawae.com/pasar-seni-gabusan.html#sthash.Rrgknjz4.dpuf

Kabupaten Bantul punya berbagai andalan pariwisata, salah satunya adalah Pasar Seni Gabusan yang merupakan pusat dari hasil kerajinan warganya yang unik dan berjibun jumlahnya. Sekarang ada cara praktis mendapat hasil kerajinan warga Bantul tanpa harus kelelahan menjelajahi setiap dusun yang memproduksinya, yakni cukup dengan mendatangi Pasar Seni Gabusan. Pasar yang berlokasi di Jalan Parangtritis km 9,5 ini, telah menjadi pusat hasil kerajinan dari seluruh Kabupaten Bantul. Rencananya Pasar Seni Gabusan ini secara bertahap akan menampung 8015 unit kerajinan dari seluruh Bantul.

pasar seni gabusan

Di depan gerbang masuk, kamu akan disapa oleh sebuah gong raksasa berwarna hitam yang bernama Gong Golong Gilig. Pada bagian belakangnya ada keterangan dibuat oleh Pak Poniman.

Masuk ke dalam pasar seni gabusan, kamu akan bertemu dengan belasan los yang menjual berbagai macam hasil kerajinan dari seluruh Bantul. Misalnya los 1 sampai 3, menawarkan berbagai macam hasil kerajinan dari kulit, seperti tas, sandal, hingga ikat pinggang, dan lain-lain. Los 4 sampai 5 menggelar dagangan pakaian batik. Di sini kamu bisa pilih aneka batik tulis produk Bantul dan Imogiri. Harga perpotongnya mulai dari Rp. 50.000,- hingga ratusan ribu rupiah.

Pernak-pernik lainnya pun tak kalah menarik. Ada kerajinan wayang kulit, miniatur sepeda dan becak, gerabah, hingga batik kayu. Pendeknya, semua barang kerajinan dari seluruh Kabupaten Bantul ada di tempat ini.

– See more at: http://www.jogjawae.com/pasar-seni-gabusan.html#sthash.Rrgknjz4.dpuf

Kabupaten Bantul punya berbagai andalan pariwisata, salah satunya adalah Pasar Seni Gabusan yang merupakan pusat dari hasil kerajinan warganya yang unik dan berjibun jumlahnya. Sekarang ada cara praktis mendapat hasil kerajinan warga Bantul tanpa harus kelelahan menjelajahi setiap dusun yang memproduksinya, yakni cukup dengan mendatangi Pasar Seni Gabusan. Pasar yang berlokasi di Jalan Parangtritis km 9,5 ini, telah menjadi pusat hasil kerajinan dari seluruh Kabupaten Bantul. Rencananya Pasar Seni Gabusan ini secara bertahap akan menampung 8015 unit kerajinan dari seluruh Bantul.

pasar seni gabusan

Di depan gerbang masuk, kamu akan disapa oleh sebuah gong raksasa berwarna hitam yang bernama Gong Golong Gilig. Pada bagian belakangnya ada keterangan dibuat oleh Pak Poniman.

Masuk ke dalam pasar seni gabusan, kamu akan bertemu dengan belasan los yang menjual berbagai macam hasil kerajinan dari seluruh Bantul. Misalnya los 1 sampai 3, menawarkan berbagai macam hasil kerajinan dari kulit, seperti tas, sandal, hingga ikat pinggang, dan lain-lain. Los 4 sampai 5 menggelar dagangan pakaian batik. Di sini kamu bisa pilih aneka batik tulis produk Bantul dan Imogiri. Harga perpotongnya mulai dari Rp. 50.000,- hingga ratusan ribu rupiah.

Pernak-pernik lainnya pun tak kalah menarik. Ada kerajinan wayang kulit, miniatur sepeda dan becak, gerabah, hingga batik kayu. Pendeknya, semua barang kerajinan dari seluruh Kabupaten Bantul ada di tempat ini.

– See more at: http://www.jogjawae.com/pasar-seni-gabusan.html#sthash.Rrgknjz4.dpuf

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kabupaten Bantul punya berbagai andalan pariwisata, salah satunya adalah Pasar Seni Gabusan yang merupakan pusat dari hasil kerajinan warganya yang unik dan berjibun jumlahnya. Sekarang ada cara praktis mendapat hasil kerajinan warga Bantul tanpa harus kelelahan menjelajahi setiap dusun yang memproduksinya, yakni cukup dengan mendatangi Pasar Seni Gabusan. Pasar yang berlokasi di Jalan Parangtritis km 9,5 ini, telah menjadi pusat hasil kerajinan dari seluruh Kabupaten Bantul. Rencananya Pasar Seni Gabusan ini secara bertahap akan menampung 8015 unit kerajinan dari seluruh Bantul.

pasar seni gabusan

Di depan gerbang masuk, kamu akan disapa oleh sebuah gong raksasa berwarna hitam yang bernama Gong Golong Gilig. Pada bagian belakangnya ada keterangan dibuat oleh Pak Poniman.

Masuk ke dalam pasar seni gabusan, kamu akan bertemu dengan belasan los yang menjual berbagai macam hasil kerajinan dari seluruh Bantul. Misalnya los 1 sampai 3, menawarkan berbagai macam hasil kerajinan dari kulit, seperti tas, sandal, hingga ikat pinggang, dan lain-lain. Los 4 sampai 5 menggelar dagangan pakaian batik. Di sini kamu bisa pilih aneka batik tulis produk Bantul dan Imogiri. Harga perpotongnya mulai dari Rp. 50.000,- hingga ratusan ribu rupiah.

Pernak-pernik lainnya pun tak kalah menarik. Ada kerajinan wayang kulit, miniatur sepeda dan becak, gerabah, hingga batik kayu. Pendeknya, semua barang kerajinan dari seluruh Kabupaten Bantul ada di tempat ini.

– See more at: http://www.jogjawae.com/pasar-seni-gabusan.html#sthash.Rrgknjz4.dpuf

Kerajinan Perak Kotagede

Kerajinan Perak

Berbagai jenis oleh-oleh khas memang mudah ditemui di seputaran malioboro, areal yang paling penting dalam industri pariwisata di kota Gudeg. Bakpia, geplak, gudeg, atau salak pondoh adalah jenis makanan yang sering diborong pengunjung. Pun berbagai rupa kerajinan tangan.

Kenapa mesti ke Kotagede? Jawabannya karena disini ada yang berkilau. Ya, di Kotagede ada kerajinan perak. Sebagai sentra kerajinan perhiasan yang berakar dari kejayaan masa lalu, anda bisa berbelanja sekaligus menikmati suasana Jogja yang “asli”.

Semua dimulai dari era kejayaan kerajaan Mataram Islam. Di masa itu, perajin perak bekerja untuk para raja dan bangsawan dan membuat berbagai perhiasan serta barang kebutuhan rumah tangga. Keterampilan mereka makin terasah seiring terjadinya akulturasi budaya antara budaya asli dengan pengaruh Islam-Arab, Eropa, dan China.

Kejayaan industri perhiasan Kotagede sering dikaitkan dengan keberadaan orang Kalang. Mereka adalah komunitas pendatang, yang berhasil mendapatkan tempat sekaligus banyak keuntungan dalam industri perak dengan cara menyediakan tempat kerja, tempat berjualan, dan pinjam-meminjam modal usaha.

Setelah Kotagede tak lagi menjadi pusat pemerintahan, para pelaku industri ini enggan beranjak namun tetap bertahan dengan profesinya. Sempat mati suri cukup lama, kerajian perak Kotagede kembali bersinar di era 1930-an. Walaupun berada dibawah kungkungan penjajah, kestabilan kondisi keamanan yang terjamin karena status keistimewaannya sebagai situs keraton jadi pendorong utama.

Sekarang terdapat puluhan toko perak di sepanjang jalan-jalan utama Kotagede. Workshop dan toko perak berjajar di tepi jalan Mondorakan, Tegalgendu, dan Kemasan. Workshop dibuka untuk umum agar pengunjung dapat melihat para perajin perak berkarya.

Banyaknya toko yang menjual aneka kerajinan perak juga membawa dampak positif terhadap kestabilan harga. Toko-toko besar biasanya menetapkan harga yang sedikit lebih tinggi dengan menawarkan berbagai kelebihan kualitas. Sementara yang berukuran sedang dan kecil menawarkannya pilihan terbatas dengan harga yang lebih murah.

Tak jarang toko-toko perak itu menawarkan pelayanan lebih bagi pengunjungnya. Mereka juga menyediakan berbagi fasilitas pendukung seperti toilet, gazebo, atau rumah makan. Toko-toko perak berskala besar menempati wilayah sedikit terpisah dari keramaian di jalan Ngeksigondo dan Tegalgendu. Sementara toko-toko kelas menengah dan kecil banyak berkumpul di jalan Kemasan dan sekitar Pasar Gede.

Setelah mendapatkan belanjaan yang kita inginkan, ada baiknya anda menyempatkan diri menikmati sensasi “nyleneh”. Cobalah beli beberapa bungkus Kipo, makanan kecil khas Kotagede. Setelah itu, pulanglah naik andong atau becak. Paduan semilir angin sore, derap santai kaki kuda, dan manisnya kipo bisa menjadi segumpal kenangan manis saat tentang Jogja.

Kasongan

 

guci-kasongan

Jika berkunjung ke Yogyakarta datanglah ke Desa Wisata Kasongan di Bantul. Di sana terdapat pengrajin gerabah yang membuat alat kebutuhan sehari-hari, hiasan dan cinderamata dari tanah liat. Bentuknya unik dan menarik!

Selain Malioboro yang menjadi pusat oleh-oleh Yogya, Desa Wisata Kasongan juga tidak pernah sepi dari wisatawan. Banyak wisatawan yang berburu oleh-oleh di Desa Wisata Kasongan. Berbagai macam hasil kerajinan dari tanah liat di tempat ini sangat menarik, unik, dan cantik.

Desa Wisata Kasongan terletak di Kabupaten Bantul, selatan Yogyakarta. Berjarak sekitar 10 km dari pusat kota dan hanya memakan waktu 30 menit saja dengan berkendara mobil. Saat waktu liburan, tempat ini selalu ramai oleh pengunjung. Selain itu itu, di Desa Wisata Kasongan juga terdapat beberapa pengrajin kayu dan keramik. Hasil kerajinannya pun tidak kalah menarik.

Aneka jenis kerajinan dari tanah liat dapat Anda temukan di sini. Hasil kerajinan tersebut banyak berupa alat kebutuhan rumah tangga, seperti guci, pot bunga, kendi dan masih banyak lagi. Bentuk-bentuknya pun unik, dari mulai berbentuk kecil hingga sebesar orang dewasa.

Tidak hanya alat kebutuhan rumah tangga, tetapi banyak juga oleh-oleh yang menarik di sini. Oleh-oleh tersebut berupa hiasan dinding, miniatur becak atau candi, asbak, vas bunga, dan lain-lain. Harganya pun berkisar mulai dari puluhan hingga ratusan ribu. Biasanya kebanyakan toko sudah menetapkan harga, tetapi ada juga beberapa toko yang dapat Anda tawar. Jika Anda membeli banyak, dijamin akan mendapatkan diskon.

Sepanjang jalan di Desa Wisata Kasongan terdapat banyak toko-toko yang menawarkan hasil kerajinan tanah liat tersebut. Lebih baik, Anda melihat-lihat terlebih dahulu dan tentukan yang mau dibeli. Aneka jenis kerajinan di sini sangat banyak dan unik-unik, oleh karena itu cocokan dengan selera dan bujet Anda.

kerajinan tersebut dapat menjadi oleh-oleh atau menjadi hiasan di rumah Anda. Desa Wisata Kasongan sudah menjadi tempat oleh-oleh yang terkenal di kalangan wisatawan. Silakan berbelanja cinderamata sepuasnya di Desa Wisata Kasongan.

Pasar Beringharjo

Pasar-Beringharjo

Pasar merupakan tempat dimana kita dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tetapi tidak ada salahnya juga jika pasar dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata, terutama jika kita ingin berburu-buru oleh-oleh untuk sanak saudara di rumah. Di Yogyakarta, salah satu pasar yang sangat populer adalah Pasar Beringharjo yang terletak di jalan kawasan Malioboro dekat dengan benteng Vredeburg. Pasar tradisional yang lengkap dan tak pernah tergeser oleh pasar-pasar modern seperti supermarket dan semacamnya. Beringharjo sendiri memiliki arti wilayah yang semula pohon beringin (bering) yang kemudian diharapkan dapat memberikan kesejahteraan (harjo). Pasar ini merupakan salah satu pilar dari Catur Tunggal yang terdiri dari Kraton, Alun-Alun Utara, Masjid, dan Pasar Beringharjo tentunya.

Dengan ciri khas arsitektur kolonial dan tradisional Jawa, pasar ini memiliki 2 bangunan bagian barat dan timur dengan bangunan utama di bagian barat yang memiliki 2 lantai, sedangkan bangunan timur memiliki 3 lantai. Pintu utamanya berada di sebelah barat, tepat di depan jalan Malioboro. Bagian depan dan belakang bangunan pasar sebelah barat merupakan tempat yang tepat untuk memanjakan lidah dengan jajanan pasar. Pasar ini juga tempat yang tepat untuk kita berbelanja batik, karena koleksinya yang lengkap. Hampir di seluruh gedung di bagian barat kita dapat menjumpai pedagang-pedagang batik dan semua menawarkan harga murah, tinggal kita saja pintar-pintar untuk memilihnya.

Selain itu, Pasar Beringharjo juga terkenal dengan perburuan barang antiknya. Kita dapat menemukan sentra penjualan barang antik di lantai 3 gedung bagian timur. Kemudian di lantai 2 terdapat pedagang-pedagang yang menjajakan bahan untuk jamu dan rempah-rempah. Kawasan Lor Pasar yang dahulu dikenal dengan Kampung Pecinan adalah wilayah yang paling terkenal. Kita bisa mencari kaset-kaset oldies dari musisi tahun 50-an yang jarang ditemui di tempat lain dengan harga paling mahal Rp 50.000,00. Kita juga dapat menemukan penjual uang logam kuno dari berbagai negara atau penjual kerajinan patung Budha yang terbuat dari logam.

Lokasinya yang berada di pusat Kota Yogyakarta, tidak membuat kita terlalu sulit untuk menemukannya. Pasar ini tidak pernah sepi meskipun secara resmi tutup pukul 17.00 WIB. Menjelang malam hingga tengah malam kita tetap akan menemukan pedagang-pedagang yang menawarkan penganan (makanan) khas Yogyakarta. Sambil menikmati penganan, kita juga bisa mendengarkan musik-musik tradisional Jawa yang makin menambah lengkap suasana.

Malioboro

Malioboro_Street,_Yogyakarta

Hanya dipisahkan oleh sepasang rel dari Stasiun Tugu, Malioboro bisa jadi merupakan nama yang paling dekat asosiasinya dengan kota Jogja. Ruas terkenal beserta wilayah di sekelilingnya telah lama menjadi pusat kegiatan wisata di kota pelajar. Posisi dan sejarahnya membuat Malioboro juga menjadi besar sebagai ikon kota.

Setelah mengunjungi berbagi tempat menarik di seantero penjuru Jogja, rasanya tidak lengkap jika pulang tanpa membawa oleh-oleh. Hal semacam inilah yang memaksa Malioboro tumbuh sebagai salah satu pusat penjualan suvenir. Seorang pelancong yang berpengalaman akan dengan mudah mendapat suvenir berkualitas baik setelah beberapa kali melakukan tawar menawar.

Malioboro menawarkan berbagai daya tarik. Suvenir mulai dari bermacam-macam kerajinan unik, batik, serta makanan tradisional seperti bakpia, geplak, dan gudheg banyak tersedia. Di sepanjang Malioboro, mall hingga toko-toko kecil, dari toko benda antik hingga pedagang kaki lima berjajar menggelar oleh-oleh.

Untuk yang mengutamakan kualitas dan orisinalitas, toko-toko batik menawarkan aneka jenis batik mulai dari batik tulis, batik cap, hingga batik print dengan harga mengikuti kesulitan dan keasliannya. Namun bagi yang menikmati window shopping, kedua sisi Malioboro mulai ujung utara hingga selatan akan menjelma menjadi surga bagi anda.

Untuk yang segan melakukan tawar menawar, tentu toko-toko yang menawarkan harga tetap merupakan pilihan bijak. Yang biasa mendapat kenikmatan dari memenangkan sebuah tawar menawar, toko-toko barang antik bisa jadi tempat paling pas untuk menjajal kemampuan anda. Seperti di berbagi tempat wisata, perlu kejelian dan ketelitian lebih jika anda tak ingin menyesal berbelanja di kaki lima.

Bagi yang ingin merasakan kembali indahnya masa kanak-kanak di Jawa, berjalanlah sedikit ke selatan hingga menemukan pasar Beringharjo. Mengunjungi pasar pada pagi hari, ingatan kita akan diayun mundur ke masa kanak-kanak, waktu diajak ibu berbelanja dengan iming-iming jajanan pasar yang selalu kita rindu.

Di trotoar depan pasar, wanita-wanita paruh baya menjajakan bermacam kudapan nikmat di atas lincak atau meja bambu seadanya. Jika anda datang pagi-pagi sekali, aneka makanan manis bak gula-gula hingga segala yang lezat dan gurih bakal membuat liur anda meleleh. Bahkan, anda bisa terkaget-kaget mendapati jajanan yang mungkin sudah puluhan tahun anda rindukan.

Jenis oleh-oleh yang ditawarkan di Malioboro makin bervariasi tiap hari. Atmosfer kreatif kota ini mampu melecut warganya untuk selalu berkreasi mencipta berbagai daya tarik baru. Kreasi berbahan  batik, kayu, bunga kering dan lainnya susul menyusul memanjakan pecinta kerajinan dan suvenir unik.

Saat hari beranjak senja, trotoar Malioboro seakan berganti selimut. Warung-warung lesehan dan angkringan muncul bak jamur di musim hujan menawarkan ramahnya Jogja yang dirindukan banyak orang. Sembari menikmati gurihnya tempe bacem dan legitnya teh hangat, suasana Jogja yang nyaman menjadi oleh-oleh yang paling berkesan.